Rabu, 21 Juli 2010

Kopi Luwak Menjadi Green Beans

Proses Biji Kopi Luwak Menjadi Green Beans
Berikut adalah proses yang dilakukan dalam pengolahan biji kopi menjadi biji kopi luwak :




1. Bahan berupa biji kopi yang sudah tua dan merah benar / masak dipohon.


2. Buah dipetik, dipilih yang benar-benar masak, diberikan pada luwak untuk dimakan. Tidak semua biji kopi akan dimakan luwak, hanya sebagian kecil saja, tentunya yang menurut luwak paling tua, masak dan mungkin yang rasanya paling manis.

Sebenarnya ada metode selain memberikan makan berupa biji kopi langsung kepada luwak yang ditangkar, yaitu dengan melepaskan luwak-luwak peliharaan dikebun dan membiarkannya memilih sendiri biji kopi yang akan dimakan.


3. Metode manapun yang digunakan, pada intinya adalah untuk mendapatkan kotoran luwak / brenjel seperti pada gambar. Jika pada luwak yang dikandangkan maka kotoran cukup diambil dibawah kandang yang biasanyan telah disiapkan tempat penampungannya. Jika luwaknya dilepas dikebun maka akan cukup repot mengumpulkan kotoran luwak yang biasanya tersebar dimana-mana.


4. Selanjutnya kotoran yang dikumpulkan dicuci dengan air yang mengalir sampai benar-benar bersih, biasanya proses pencucian ini akan berlangsung cukup lama hingga didapatkan biji kopi yang masih terbungkus kulit tanduk yang berwarna putih kekuningan.


5. Setelah biji kopi bersih dari berbagai macam kotoran dilanjutkan dengan proses pengeringan yang biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu menjemurnya dibawah terik sinar matahari, proses pengeringan ini harus benar-benar sempurna untuk memudahkan proses pengupasan kulit tanduk dan untuk mengurangi kadar air secara signifikan.


6. Setelah benar-benar kering biji kopi akan dikupas kulit tanduknya, sebelumnya sebagai contoh biji kopi seberat 500 gram yang akan dijadikan green beans.


7. Cara tradisional untuk mengupas kulit biji kopi luwak adalah dengan menumbuknya, tidak perlu kuat-kuat, cukup agar kulit terkelupas saja, karen jika menumbuk terlalu kuat maka biji kopi luwak akan hancur / tidak utuh lagi.


8. Ini adalah hasil mengupas kulit tanduk biji kopi luwak dengan alu lesung.


9. Dengan cara manual biji kopi dipilih satu demi satu untuk memisahkan biji yang berkulit tanduk dan yang terkelupas, hasilnya adalah biji kopi dengan kulit ari yang berwarna perak.


10. Dari 500 gram biji kopi dengan kulit tanduk dihasilkan 442 gram biji kopi berkulit ari.



11. Untuk menghilangkan kulit ari tersebut adalah dengan cara mencucinya berulang-ulang sampai benar-benar bersih, pada saat pencucian kopi direndam agar dapat memisahkan biji kopi yang tenggelam dan terapun, tentunya biji kopi luwak yang terapung yang dibuang.



12. Ini adalah hasil biji kopi luwak yang telah dicuci. Untuk menghilangkan airnya biji kopi harus ditiriskan dan selanjurnya dijemur sampai kering benar.



13. Sebelum dijemur biasanya biji kopi akan disortir atau dipilih biji yang tidak sempurna, busuk, pecah dan sebagainya sehingga menyisakan biji kopi yang benar-benar berkualitas.



14. Pengeringan secara tradisional dengan menjemur biji kopi dibawah sinar terik matahari mengharuskan untuk membolak-balik biji kopi secara rutin agar pengeringannya merata.



15. Inilah hasil akhir dari proses panjang pengolah biji kopi menjadi biji kopi luwak yang dihargai sampai 350rb/kg.

Tentu saja prosesnya tidak sampai disini, masih panjang lagi, masih perlu diroasting, giling / grinding dan tentu saja diseduh, baik dengan cara tradisional yaitu dibuat kopi tubruk, espresso, kopi drip, french press dan sebagainya.....terserah anda

Pembuatan kopi luwak

TAHUKAH ANDA TENTANG KOPI LUWAK? Kopi luwak (civet coffe) adalah kopi yang diproses dari buah kopi yang dimakan oleh binatang luwak, sejenis musang atau Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus). Buah kopi yang dimakan luwak adalah buah kopi pilihan. Luwak hanya memilih dan memakan buah-buah yang masih segar dan benar2 masak pohon. Buah kopi akan berada didalam system pencernaan kurang lebih 10 – 12 jam, kemudian biji kopi yang telah bersih kulit buahnya akan dikeluarkan kembali bersama kotoran luwak dalam proses ekskresi. Biji2 kopi inilah yang disebut dengan kopi luwak.Proses pembuatan kopi luwak melalui beberapa tahap, diataranya pengumpulan biji kopi luwak, pemisahan kotoran, pencucian, penjemuran, penyangraian dan terakhir penggilingan untuk menjadi kopi bubuk. Kopi luwak memiliki kelebihan dibandingkan dengan kopi biasa. Wajar saja, karena memang dari bahan dasarnya adalah kopi yg benar2 masak. Selain itu fermentasi didalam system pencernaan dengan bantuan enzim2 tertentu membuat kopi luwak memiliki beberapa khasiat tertentu. Cita rasa (rasa dan aroma) kopi luwak berbeda dengan kopi biasa. Kopi luwak memiliki aroma lebih harum dan rasa yang gurih, milky/lemak dan ada rasa semacam segar/mint di tenggorokan. Selain itu rasa kopi luwak di dinding dan atap mulut lebih stabil dan lama meski 1-2 jam setelah kita meminumnya.Harga kopi luwak di pasaran lebih tinggi dibandingkan kopi biasa. Hal ini disebabkan karena ketersediaannya yang terbatas (kurang lebih 3 %) selain memang karena cita rasanya yang dinilai lebih oleh penggemar kopi. Beberapa perkebunan di Indonesia berusaha menjaga ketersediaan kopi luwak dengan memelihara luwak dalam kandang2 untuk diberi makan buah kopi dan diambil biji kopi luwaknya. Namun cara ini oleh beberapa kalangan dinilai kurang alami, meski efektif. Tidak salah jika kopi luwak menjadi salah satu makanan dan minuman paling mahal di dunia.